Sabtu, 18 Januari 2014

Krisis Moral Masrakyat Indonesia

Kian hari berita yang beredar terasa mengiris kuping,bagaimana tidak berita yang muncul hampir tiap hari berkaitan dengan akhlak dan moral para remaja Indonesia mulai dari sepasang kekasih yang mesum,bocah di perkosa,sampai ada ABG jadi mucikari,dan masih banyak lagi cerita tentang bobroknya mental remaja bangsa ini,padahal hakikatnya mereka adalah penerus bangsa ini,namun akan jadi apa jadinya negara ini kalau banyak dari penerusnya berkelakuan bejat.

Melihat kebelakang kejadian seperti ini sangatlah jarang terjadi,karena jaman dahulu perbuatan-perbuatan seperti ini sangatlah tabu,dan benteng ajaran agamapun dulu masih sangat kental,namun kian kemari perbuatan-perbuatan tabu itu seolah menjadi sesuatu yang biasa,misalnya mereka yang pacaran kayaknya kurang afdol kalau ga melakukan hubungan badan,padahal hal itu sesuatu yang tabu untuk dilakukan,malah agama mengharamkan sebelum menjai sepasang suami istri,banyak modus dilakukan supaya perbuatan semacam ini terlakksana,mulai dari merayu sampai cara memaksa,maka tak heran bila banyak remaja di penjara karena tindakan Asusila,jika di teliti sebenarnya sisi mana yang salah,apakah orang tua yang kurang membentengi anak-anaknya atau anaknya yang melangar semua benteng-benteng yang dibuat orang tuannya. Namun yang namanya orang tua pasti tidak menginginkan anaknya jadi kurang ajar dan bermoral bobrok setiap orang tua tentu akan mengajarkan anaknya untuk sesutu yang baik,namun bagaimana ceritanya kalau ternyata orang tua yang melakukan tindakan Asusila pada anaknya,atau menjual anaknya

Siapapun pasti masih ingat dengan kassus pemotongan alat kelamin seorang pria yang terjadi di Tangerang selatan dimana pelakunya adlah seorang perempuan,secara logika mungkin ga mungkin seorang pria yang diberitakan sebagai santri nekat melakukan aksi bejatnya,dan korbannyapun bukan orang biasa seseorang dengan pakaian tertutup rapat. Kasus pemotongan alat kelamin ini bermula dari dendam sang pelaku karena korban telah merenggut kesuciannya,namun sang korban mengatakan mereka melakukan atas dasar suka sama suka,hmmm sungguh diluar nalar,begitu kasus ini terungkap banyak yang mengatakan kalau tindakan pelaku layak diacungi jempol karena memberi efek yang sungguh luar biasa,namun disisi lain pelaku dianggap keterlaluan

Kemudian kejadian yang sering kita dengar dari Ibu kota yaitu pelecehan seksual di Busway,ini membuktikan kalau bobroknya moral sudah benar-benar memprihatinkan padahal dari jaman dahulu sebelum ada busway moda transportasi tidak pernah ada yang kosong dan selalu penuh sesak dengan para penggunanya,namun ga pernah terdengar kasus pelecehan seksual terjadi,namun sekarang seperti sebuah buku harian tiap waktu pasti ada saja beritanya.sungguh memprihatinkan.

Yang terbaru dan yang masih hangat adalah kisah seorang ABG yang menjual teman-temannya sendiri,ABG yang masih duduk dibangku SMP ini sudah menjadi mucikari buat teman-temannya sendiri sungguh memprihatinkan padahal seharusnya gadis-gadis belia ini serius pada pendidikannya bukan malah mencoreng moreng keluarga dan almamater sekolahnya,tidak bisa di bayangkan bagaimana perasaan orang tua para gadis ini ketika dipanggil kepolisian dan di infokan kelakuan bejat anak-anaknya.

Sahabatku,kakak-kakakku,adik-adikku semuanya jangan kau biarkan masa muda kita menjadi berantakan karena godaan nafsu, percayalah akan lebih indah kalau kita melakukannya ketika kita sudah menjadi pasangan suami istri,tentu kita ga mau kalau pasangan yang kita dapat sudah tidak tersegel,makanan saja kalau segelnya rusak berarti tidak layak konsumsi bahkan beberapa produk ada tulisan seperti ini " JANGAN DITERIMA JIKA SEGEL RUSAK",dan ingatlah kelak kita akan mempunyai anak,apa mau anak kita kelak dilakukan seperti itu ???? marilah kita jaga akhlak kita perbuatan kita,jauhkan sifat-sifat jelek perbanyaklah ibadah mendekatkan diri pada sang maha kuasa,agar benteng moral kita terus terjaga.

BERAWAL DARI AFI

Masih ingat sama Damai AFI? Salah satu peserta ajang pencarian bakat yang diadakan di sebuah stasiun televisi swasta tahun 2004. Damaiyanti Horlaini keluar sebagai pemenang ketiga saat itu. Saat mengikuti AFI (Akademi Fantasi Indosiar) Damai yang masih duduk di kelas 4 SD masih terlihat imut-imut, tapi kini Damai sudah menginjak remaja. “Awalnya saya nggak menyangka bisa masuk audisi itu karena melihat jumlah pesertanya kurang lebih 12.000 orang. Tapi berkat dukungan sang mama dan pertolongan Tuhan, akhirnya saya bisa menjadi pemenang ketiga,“ ucap putri pasangan Effendi Sianturi dan Horlince ini sambil mengenang kembali saat-saat di AFI dulu.
Untuk bisa menjadi orang yang dikenal memang tidak secara tiba-tiba, ada harga yang harus dibayar.Karena selain mewarisi bakat dari opungnya yang memiliki bakat seni, Damai juga belajar vokal di Pranajaya dan Studio Alfaria saat Damai masih berumur 5 tahun. Sejak saat itu sang mama mulai mendaftarkan Damai ke berbagai lomba menyanyi dimana pun untuk mengetahui sejauh mana kemampuan menyanyi putrinya. Dan Damai pun selalu berhasil membawa pulang piala tiap kali mengikuti 


lomba yang didaftarkan sang mama.  Hal ini terbukti dengan terkumpulnya sekitar 40 piala di rumahnya yang PRAISE lihat sendiri saat bertandang di rumahnya, di kawasan Bekasi Timur. Tak bisa dipungkiri ajang pencarian bakat memang telah mengangkat namanya menjadi dikenal banyak orang, sehingga kini Damai sudah mengeluarkan 4 album di bidang rohani dan sekuler, yakni ‘Andai Aku Bisa’ (Album AFI Junior) tahun 2004, ‘Bunda’ tahun 2004, ‘Damainya Natal’ (Album Natal) tahun 2005 dan ‘Everybody Hurt’ (Album rohani) tahun 2007.
INGIN JADI DOKTER
Menjadi orang terkenal memang impian semua orang, tapi tidak dengan Damai. Karena sejak kecil Damai bercita-cita ingin menjadi dokter, “Saya tidak pernah membayangkan bakal jadi penyanyi, karena sejak kecil sampai sekarang saya ingin jadi dokter”, ungkap Damai yang juga mendapat beasiswa karena berprestasi di sekolah.
Putri ke 3 dari 5 bersaudara ini yang kini duduk di bangku SMP kelas 3, tidak hanya piawai dalam berolah vokal, tapi juga berakting. Hal ini terbukti karena ia juga pernah membintangi 2 judul sinetron, yaitu ‘Andai Aku Bisa’ dan ‘Cinta Tak Harus Memiliki’ produksi Indosiar. Selain sinetron, Damai juga membintangi sejumlah iklan, di antaranya Cubitus, Do Re Mi dan Curcuma Plus.
Bagi pelajar SMP 11 Bekasi ini, menjadi orang terkenal itu tidak selalu menyenangkan. “Saya pernah diikuti oleh seseorang kemanapun saya pergi, dan itu bikin saya takut banget. Saya juga pernah dicubitin dan dicium sama seorang ibu yang sedang hamil, katanya biar anaknya kayak saya”, papar Damai yang menjadikan Mazmur 62:6 ini sebagai ayat emasnya.

BERDOA JIKA INGIN BERNYANYI
Memberi yang terbaik adalah hal yang selalu dilakukan Damai, karena selama ini dia merasa Tuhan selalu memberi yang terbaik untuknya, bahkan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan akan Tuhan berikan padanya. Itu sebabnya ia tak pernah menolak jika dipanggil melayani pujian dimanapun, meskipun mungkin yang dia terima tidak sebanding atau bahkan kadang ia tak disediakan pemain musik untuk mengiringinya bernyanyi. ”Saya sering bermain gitar sendiri sambil nyanyi kalau tidak ada pemusiknya, jadi saya suka bawa gitar sendiri”, urai pengagum Agnes Monica, Mariah Carey dan Anggun C. Sasmi ini yang juga piawai bermain gitar walau hanya dengan belajar secara otodidak.


Baginya bernyanyi adalah mengekspresikan seluruh hatinya, karena itu ketika akan bernyanyi dimanapun Damai tak lupa berdoa sebelum dan setelah menyanyi, agar bisa menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun saat itu ia akan menyanyi lagu duniawi. Pelajar yang berjemaat di HKBP Duren Jaya ini selalu bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan padanya. ”Tuhan Yesus itu bagi saya adalah teman yang sangat baik, selain mama yang menjadi tempat saya curhat, Tuhan Yesus adalah pribadi yang membuat saya selalu mengalami perubahan ke arah yang lebih baik setiap hari, jadi saya merasa harus dekat denganNya setiap waktu”, jawab gadis ini saat ditanya PRAISE siapa orang terdekat dalam hidupnya.
            Saat ini Damai sedang konsentrasi di sekolahnya dan jika tidak ada halangan nanti setelah ujian nasional ia akan mengeluarkan album rohani ketiganya. Sang mama yang tidak pernah memaksa kehendak anaknya selalu mendukung aktifitas putrinya. “Saya tidak pernah memaksa Damai mau ikut apa, mau terima kontrak ini atau itu, karena jika yang menjalankan itu dia bukan saya, meski ada kontrak dari perusahaan terkenal tapi kalau dia nggak mau, saya nggak akan memaksa”, ujar sang mama yang saat Damai diwawancara ikut menemaninya. (Ras / Praise #6 / 2009).

Sumber: www.majalahpraise.com


SEKILAS TENTANG DAMAI..

                      Nama Lengkap : Damaiyanti Horlaini Sianturi
TTL : Bekasi, 30 Mei 1995
Sekolah : SD Duren Jaya VI Bekasi
Kelas : 6
Hobi : Makan Bakso, Menyanyi
Cita-Cita : Menjadi penyanyi yang Go Internasional
Prestasi : Peraih peringkat ke-3 AFI Junior 1
Discografi : - Album Salam bagi Sahabat
- Album Nina Bono
- Album Bunda
- Album Damainya Natal



Album Natal perdana Damai telah beredar, album ini berisikan 10 buah lagu:

Songs List :

01. Dari Pulau Dan Benua
02. Natal Tlah Tiba / Feliz Navidad
03. Gita Surga Bergema
04. Hai Siarkan Di Gunung
05. Oh Holy Night
06. Malam Kudus
07. Yesus Putra Maria
08. Gembala di Padang
09. Haleluyah Nyanyikan
10. Jingle Bells

Musik dalam album ini di aransemen oleh Hans Kurniawan & Ucok Radjagukguk.

http://damailoverz.tripod.com/profile.html